Ruangnamu: Cafe Website Concept

Website concept untuk kafe yang menyatukan suasana, menu, jam buka, dan lokasi dalam satu flow.

Industry
Kuliner
Scope
Website concept

Live Preview

ruangnamu.buildwithzad.com

Visit Website
Ruangnamu: Cafe Website Concept

Context

Sebelum datang ke kafe, orang biasanya ingin melihat suasana, menu, jam buka, fasilitas, dan lokasi.

Informasi itu sering tersebar di beberapa tempat. Foto ada di Instagram, jam buka di Google Maps, menu berupa tautan lain, dan fasilitas hanya terlihat dari ulasan.

Concept Ruangnamu menyatukan semuanya dalam satu website yang sederhana.

Ini concept study untuk portfolio BuildWithZad. Bukan website resmi Ruangnamu dan tidak memuat klaim hasil.

Key Decisions

Hal praktis muncul lebih cepat

Homepage dimulai dari gambaran tempat, lalu fasilitas, menu, jam operasional, dan lokasi. Sejarah kafe tidak ditempatkan di awal karena biasanya bukan itu yang dicari pengunjung baru.

Menu tidak dibuat rumit

Untuk kebutuhan yang masih sederhana, menu cukup memakai dokumen yang bisa diganti oleh tim. Membangun CMS khusus hanya untuk satu file akan menambah effort tanpa banyak manfaat.

Kalau kategori dan harga berubah lebih sering, barulah menu berbasis CMS layak dipertimbangkan.

Lokasi dan jam buka ditempatkan berdekatan

Alamat, jam operasional, dan tautan peta berada dalam satu bagian. Di ponsel, bagian ini mudah dicapai dan tombol petanya cukup besar untuk ditekan.

Foto membawa suasana

Kafe dijual lewat suasana. Karena itu, gambar mendapat ruang lebih besar daripada paragraf deskriptif.

Teks dipakai untuk memberi konteks yang tidak terlihat dari foto, seperti fasilitas kerja, akses, dan waktu operasional.

Visual Direction

Warm palette mengikuti karakter interior dan foto yang tersedia. Satoshi dipakai dengan ukuran yang cukup besar supaya halaman tetap terasa ringan dan mudah dibaca.

Sudut membulat dipakai secara konsisten pada gambar dan tombol. Tidak ada animasi besar. Interaksi dibatasi pada hal yang memberi umpan balik saat tautan atau tombol dipakai.

Concept Limits

Concept ini tidak memakai traffic data, customer research formal, atau akses ke operasional Ruangnamu.

Kalau website diterapkan, hal pertama yang perlu dicek adalah pertanyaan yang paling sering masuk, cara tim update menu, dan traffic source. Temuan itu menentukan apakah structure sederhana ini sudah cukup atau perlu dikembangkan.

Punya project yang ingin didiskusikan? Discovery Call.

Back to Showcase