Kenapa Banyak Website Bisnis Terlihat Sama

Masalahnya sering dimulai jauh sebelum desainer memilih warna.

Buka beberapa website perusahaan jasa. Polanya mudah ditebak.

Judul besar, foto rapat, tiga keunggulan, daftar layanan, lalu formulir kontak. Susunan ini tidak salah. Banyak website terasa sama karena isi di dalam susunan itu juga sama.

Proyek dimulai dari referensi visual

Pertanyaan pertama sering berbunyi, “Mau tampil seperti website mana?”

Referensi berguna untuk membahas selera. Namun ia tidak menjawab:

  • siapa yang membuka website;
  • informasi apa yang mereka cari;
  • apa yang membuat layanan ini layak dipilih; dan
  • tindakan apa yang diharapkan setelah membaca.

Tanpa jawaban itu, desainer hanya bisa mengisi pola yang sudah dikenal.

Semua bagian mendapat bobot yang sama

Perusahaan ingin memasukkan seluruh sejarah, layanan, nilai, sertifikasi, dan foto kegiatan ke halaman utama.

Akibatnya tidak ada bagian yang benar-benar memimpin. Pengunjung harus menentukan sendiri mana yang penting.

Website yang terasa khas biasanya berani memilih. Satu layanan bisa mendapat ruang lebih besar. Satu proyek bisa diceritakan lebih dalam. Bagian lain cukup diberi tautan.

Tulisan menghindari hal konkret

Kata besar yang tidak spesifik terdengar aman. Masalahnya, kompetitor juga memakai kata yang sama.

Lebih baik menyebut jenis pekerjaan, siapa yang mengerjakan, berapa lama proses biasanya berjalan, atau apa yang tidak masuk dalam layanan.

Hal konkret memberi bentuk pada bisnis.

Berbeda tidak harus aneh

Website tidak perlu navigasi eksperimental atau animasi berat supaya punya karakter.

Karakter bisa datang dari:

  • pilihan foto yang nyata;
  • tipografi yang pas dengan bisnis;
  • cara menjelaskan layanan;
  • susunan halaman; dan
  • detail interaksi yang konsisten.

Kalau semuanya masuk akal untuk perusahaan tersebut, hasilnya tidak akan terasa seperti template meskipun strukturnya sederhana.

Mulai dari bahan yang hanya Anda punya

Sebelum mencari inspirasi, kumpulkan percakapan dengan klien, pertanyaan yang sering masuk, dokumen penawaran, foto pekerjaan, dan cerita proyek.

Itulah bahan yang tidak dimiliki kompetitor. Desain seharusnya memberi bentuk pada bahan tersebut, bukan menutupinya dengan gaya.

Punya project yang ingin didiskusikan? Discovery Call.

Back to Insights